Komik sebagai media pembelajaran
Komik!...........
Menurut kalian komik itu apa sih?
Sejenak berpikir apa itu yang dinamakan komik, pernahkah Anda
berpikir bahwa komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
Mungkin Anda cengang dan bertanya kok bisa?
Mungkin dalam presepsi Anda komik adalah suatu bentuk kartun yang
mengungkapkan dan menerapkan suatu cerita dalam suatu urutan yang erat
hubungannya dengan gambar dan dirancang hanya untuk hiburan semata.
Namun ketika kita berpikir lebih luas komik dapat dijadikan
sebagai media pembelajaran.
Begitu maraknya komik di masyarakat dan begitu tingginya kesukaan
membaca komik mengilhami untuk dijadikannya media pembelajaran. Salah satu
kelebihan dari komik adalah bahwa anak lebih sering membaca komik dalam sebulan
misalnya satu buah buku komik maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran
dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan siswa dan penguasaan
kosa kata jauh lebih banyak daripada siswa yang tidak suka membaca komik.
Hal ini yang mendasari mengapa komik dapat dijadikan sebagai
media pembelajaran.
Anak lebih suka membaca sebuah cerita yang didalamnya ada unsur
visual atau gambar, dari gambar yang dilihat anak akan lebih cepat memahami dan
mendeskripsikan sebuah konsep atau teori.
Komik yang bisa dijadikan media pembelajaran adalah komik yang
didalamnya mengandung unsur-unsur pembelajaran, jika komik berisi tentang
pembelajaran kemudian anak menyukai untuk dibaca maka secara tidak sengaja anak
tersebut dapat mencerna suatu pembelajaran dari sebuah konsep. Anak akan mampu
mendeskripsikan sendiri.
Berbeda dengan buku pelajaran, buku pelajaran sudah jelas
dikatakan sebagai media pembelajaran tanpa adanya buku pelajaran mungkin proses
pembelajaran tidak sempurna. Bahkan pemerintahpun banyak mengeluarkan buku-buku
pembelajaran seperti mata pelajan yang pokok yaitu matematika, bahasa
Indonesia, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan mungkin buku-buku
lainnya.
Coba kembali kita renungkan banyak kah minat anak untuk pergi ke
perpustakaan untuk membaca buku?
Pada kenyataanya minat anak untuk membaca buku di perpustakaan
sangatlah minim, meskipun banyak pasti buku yang dibaca itu bukanlah buku
tentang mata pelajaran yang dipelajari, anak akan mencari buku-buku yang ada
gambarnya dan mereka hanya melihat gambarnya saja tanpa membaca uraian
pembelajarannya.
Dari sinilah berpikir bagaimana suatu bacaan dapat disukai oleh
anak, komik menurut saya bias dijadikan sebagai media pembelajaran, pada komik
kita dapat merancang suatu cerita dengan didalamnya mengandung pembelajaran.
Hal ini mungkin dapat menarik anak untuk mebacanya.
Dengan membaca komik tentang pembelajaran anak akan mampu
menyimpulkan sendiri cerita yang telah dibaca tentunya disertai dengan gambar
dan warna yang menarik yang tentunya anak lebih menyukainya.
Kelebihan komik selanjutnya adalah bahwa komik dalam penyajiannya
mengandung unsur visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualkan membuat
pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk membacanya
hingga selesai, hal ini karena anak penasaran dengan ceritanya dan selalu ingin
tahu bagaimana akhir dari cerita atau kesimpulanya.
Hal ini juga yang mengispirasi komik yang isinya materi-materi
pelajaran. Kecenderungan yang ada siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks
apalagi buku yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik. Padahal
secara empiric siswa cenderung lebih menyukai buku yang bergambar, yang penuh
warna dan divisualisasikan dalam bentuk realitas maupun kartun. Komik
pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca sehingga
pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa.