kalender


Sabtu, 17 November 2012

komik sebagai media pembelajaran


Komik sebagai media pembelajaran

Komik!...........
Menurut kalian komik itu apa sih?
Sejenak berpikir apa itu yang dinamakan komik, pernahkah Anda berpikir bahwa komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
Mungkin Anda cengang dan bertanya kok bisa?
Mungkin dalam presepsi Anda komik adalah suatu bentuk kartun yang mengungkapkan dan menerapkan suatu cerita dalam suatu urutan yang erat hubungannya dengan gambar dan dirancang hanya untuk hiburan semata.
Namun ketika kita berpikir lebih luas komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
Begitu maraknya komik di masyarakat dan begitu tingginya kesukaan membaca komik mengilhami untuk dijadikannya media pembelajaran. Salah satu kelebihan dari komik adalah bahwa anak lebih sering membaca komik dalam sebulan misalnya satu buah buku komik maka sama dengan membaca buku-buku pelajaran dalam setiap tahunnya, hal ini berdampak pada kemampuan siswa dan penguasaan kosa kata jauh lebih banyak daripada siswa yang tidak suka membaca komik.
Hal ini yang mendasari mengapa komik dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
Anak lebih suka membaca sebuah cerita yang didalamnya ada unsur visual atau gambar, dari gambar yang dilihat anak akan lebih cepat memahami dan mendeskripsikan sebuah konsep atau teori.
Komik yang bisa dijadikan media pembelajaran adalah komik yang didalamnya mengandung unsur-unsur pembelajaran, jika komik berisi tentang pembelajaran kemudian anak menyukai untuk dibaca maka secara tidak sengaja anak tersebut dapat mencerna suatu pembelajaran dari sebuah konsep. Anak akan mampu mendeskripsikan sendiri.
Berbeda dengan buku pelajaran, buku pelajaran sudah jelas dikatakan sebagai media pembelajaran tanpa adanya buku pelajaran mungkin proses pembelajaran tidak sempurna. Bahkan pemerintahpun banyak mengeluarkan buku-buku pembelajaran seperti mata pelajan yang pokok yaitu matematika, bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan mungkin buku-buku lainnya.
Coba kembali kita renungkan banyak kah minat anak untuk pergi ke perpustakaan untuk membaca buku?
Pada kenyataanya minat anak untuk membaca buku di perpustakaan sangatlah minim, meskipun banyak pasti buku yang dibaca itu bukanlah buku tentang mata pelajaran yang dipelajari, anak akan mencari buku-buku yang ada gambarnya dan mereka hanya melihat gambarnya saja tanpa membaca uraian pembelajarannya.
Dari sinilah berpikir bagaimana suatu bacaan dapat disukai oleh anak, komik menurut saya bias dijadikan sebagai media pembelajaran, pada komik kita dapat merancang suatu cerita dengan didalamnya mengandung pembelajaran. Hal ini mungkin dapat menarik anak untuk mebacanya.
Dengan membaca komik tentang pembelajaran anak akan mampu menyimpulkan sendiri cerita yang telah dibaca tentunya disertai dengan gambar dan warna yang menarik yang tentunya anak lebih menyukainya.
Kelebihan komik selanjutnya adalah bahwa komik dalam penyajiannya mengandung unsur visual dan cerita yang kuat. Ekspresi yang divisualkan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk membacanya hingga selesai, hal ini karena anak penasaran dengan ceritanya dan selalu ingin tahu bagaimana akhir dari cerita atau kesimpulanya.
Hal ini juga yang mengispirasi komik yang isinya materi-materi pelajaran. Kecenderungan yang ada siswa tidak begitu menyukai buku-buku teks apalagi buku yang tidak disertai gambar dan ilustrasi yang menarik. Padahal secara empiric siswa cenderung lebih menyukai buku yang bergambar, yang penuh warna dan divisualisasikan dalam bentuk realitas maupun kartun. Komik pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan minat siswa untuk membaca sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Kamis, 15 November 2012

rencana masa depan

jum'at, 16 november 2012


Rencana Masa Depan


Rencana saya untuk ke depan setelah lulus dari kuliah mungkin saya akan mencari kerja, saya ingin mengabdi kemasyarakat.

keinginan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi itu sangat saya inginkan. namun saya hany mampu berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai cita-cita saya.

mungkin awal saya tidak begitu niat terhadap keguruan bahkan dulu saya tidak berpikir bahwa saya dapat kuliah, namun berjalannya waktu saya kulaih sampil belajar mengajar, belajar bersosialisasi, belajar dekat dengan anak-anak, belajar bersabar ternya hal itu menyenagkan. saya sangat menikmati kedaan saya saat ini, saya berharap ke depan saya menjadi orang lebih baik. aminnnnnn........

pengalaman di IAID

 jum'at, 16 november 2012

 

pengalaman selama kuliah di IAID


awal mulanya saya tidak mengenal apa itu IAID, di mana tempatnya?bagaimana proses pendidikanya.

setelah itu saya mencari berbagai informasi mengenai IAID. saya awal masuk ke kampus merasa belum terbiasa dengan keadaan lingkungan yang menggunakan bahasa sunda, karena terus terang saya kurang memahami bahasa sunda. lama kelamaan dengan berjananya waktu saya pun bersosialisasi dengan teman-teman.

ternya kuliah di IAID itu sangat menyenangkan, disini terasa sangat kental nilai agamanya. saya sangat bersyukur karena saya sekarang berada di IAID, mudah-mudahan selama saya kuliah disini dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya serta merubah hidup saya menjadi lebih baik.


pertama saya masuk kuliah dengan siswa 50 satu kelas keadaan ini membuat saya kurang begitu nyaman, selanjutnya pada semester kedua dari 50 itu dibagi menjadi 2 kelas dan saya berada dikelas B, ini cukup menyenangkan. selanjutnya saya mendapat tawaran untuk mengajar di PAUD, dengan berpikir panjang saya menerimanya namun saya harus pindah kelas lagi ke kelas karyawan akhirnya saya pun pindah ke kelas karyawan. disini saya memulai lagi sosialisasi seperti ketika masuk ke kampus.